Memilih Jenis Kaset Sesuai Dengan Kegunaannya
Minggu Januari 30th 2011, 21:47
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

microcassette4

1. Kaset Komputer (Binary Cassette)

Digunakan untuk menyimpan data komputer dengan sistem binary digit. Alat Pemutar dan Penyimpan data berupa perangkat komputer.

2. Kaset Analog/Audio (Analog/Audio Cassette)

Digunakan untuk Menyimpan lagu/musik dengan format Binary Digit menggunakan sistem Frequency Shift Keying. Alat Pemutar dan Perekam lagu/data informasi berupa Tape Recorder.

3. Kaset Audio Video (Audio Video Cassette)

Digunakan untuk Menyimpan video/gambar bergerak dengan format DCC (Digital Compact Cassette) yang dikembangkan dari format Audio Binary Digit. Alat Pemutar dan Perekam Video/gambar bergerak berupa Video Cassette Recorder (VCR).

Bagian-bagian Kaset Audio Video (VCR Cassette)

1. PITA CASSETE

Panjang Pita 800 Foot (244-M), Lebar 1/2-Inch (1.3-CM) . Pita Milar dilapisi Oksida berfungsi sebagai media rekaman.

2. PENGGERAK PINTU MASUKNYA KASET

Penggerak pintu masuknya kaset untuk melindungi pita kaset.

3. DUA KUMPARAN PEMEGANG TAPE

Kumparan penggulung yang berfungsi menggulung tape yang sudah terekam dan yang belum terekam.

4. PENGUNCI BEBAN

Terdapat dua pengunci beban untuk menghindari pembukaan di dalam gulungan kaset.



Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)
Minggu Desember 19th 2010, 09:07
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

blok-diagram-cassette-recorder1Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)
Compact Cassette Recorder atau kadang disebut sebagai tape recorder adalah alat yang digunakan untuk merekam dan memainkan ulang audio yang tertanam pada pita magnetik. Meskipun saat ini Tape Recorder sudah mulai menghilang dari pasaran namun, tape recorder masih digunakan dalam hal-hal tertentu yang bersifat Resmi.
Berikut akan kami bahas tentang Blok Diagram Compact Cassette Recorder secara sederhana dengan disertai prinsip kerjanya.

A. Blok Diagram Tape Recorder

B. Prinsip Kerja Tape Recorder
Sinyal dari Microfon diperkuat oleh penguat perekam. Blok oscilator bias frekuensi tinggi menghasilkan tegangan frekuensi tinggi untuk pragmentasi pita supaya proses merekam terhindar dari cacat.
Dari celah udara kepala rekam keluar medan magnetis dengan seirama dengan sinyal dari mikrofon.
Pada pita rekam terjadilah bidang-bidang rekam (zone) magnetis karena adanya induksi dari kepala rekam. Selama merekam, pita bergerak beraturan melalui muka celah udara kepala rekam.
Sebelum terjadi proses pada point 2 dan 3, Pita rekam telah dilewatkan dari head hapus dimana menghasilkan frekuensi tinggi yaitu sekitar lebih dari 1 KHz. Dengan melewati pita rekam ini, seluruh fluks magnetis yang tertanam pada pita rekam telah dihapus.
Pita yang telah mengandung rekaman magnetis apabila bergerak beraturan dengan kecepatan yang sama pada waktu merekam, maka oleh zone-zone magnetis diimbaskan tegangan imbas pada kepala reproduksi. Sinyal ini diperkuat oleh penguat Reproduksi dan oleh Loudspeaker diubah menjadi getaran mekanik. Inilah yang disebut keadaan “Main Ulang”.
Blok Oscilator Hapus berfungsi sebagai Oscilator pembangkit frekuensi tinggi guna menghapus pita dari rekaman yang terdahulu.



Mereparasi Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)
Minggu Desember 19th 2010, 09:04
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

Mereparasi Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)

Jika kaset player atau recorder tidak bekerja dengan baik, ada beberapa langkah pemecahan masalah yang dapat Anda coba sebelum membeli pengganti atau membayar untuk diperbaiki. Silahkan langsung beralih ke pos yang mengacu pada masalah pemutar rekaman Anda mengalami, kemudian ikuti langkah-langkah pemecahan masalah di bawah ini …

1. POOR SOUND QUALITY (Kualitas Audio Rendah)
a) Cobalah mengganti baterai pemain tape atau menghubungkannya ke sumber listrik AC, jika belum menggunakan satu.
b) Gunakan kaset pembersih dalam tape. Beberapa pembersih sedikit lebih mahal termasuk fitur de-magnet yang menghilangkan daya tarik yang tidak diinginkan dari mekanisme.
c) Kaset yang Anda gunakan mungkin telah direkam dalam recorder dengan baterai rendah atau masalah lain, coba tips dengan tape yang berbeda.

2. TAPE TIDAK DAPAT BERPUTAR
a) Pastikan “PAUSE” dan “MUTE” tombol tidak ditekan dalam, jika ada. Konfirmasikan bahwa setiap kabel listrik atau pengeras suara terpasang dengan benar.
b) Pemutar kaset Banyak memiliki “AC-DC” mengaktifkan bagian depan atau samping, memastikan dalam posisi yang tepat (”AC” untuk kabel listrik, “DC” untuk baterai atau pemantik daya rokok).
c) Keluarkan dan masukkan kembali kaset. Jika ini tidak berhasil, cobalah menekan ringan di pintu kaset sedangkan tombol “PLAY” ditekan.
d) Jika Anda dapat melihat kaset bergerak, tetapi tidak ada suara, coba tips dengan menggunakan speaker eksternal atau headphone yang berbeda.
e) Pertimbangkan untuk mengganti adaptor listrik / supply, jika memiliki satu dan sama sekali tidak ada tanggapan dari pemain (tidak ada lampu indikator, radio, kaset gerakan, dll)

3. PITA MENYANGKUT PADA BAGIAN TAPE RECORDER
a) Pertama, menghentikan pemutar kaset sesegera mungkin dan lepaskan pita dengan hati-hati, berusaha untuk tidak kerusakan bagian dalam PLAYER.
b) Coba gunakan tape yang berbeda. Saya telah menemukan bahwa beberapa unit tape yang dinyatakan bekerja dengan baik akan ingin menyangkutkan pita sebuah kaset tertentu, jika rekaman itu sudah sangat tua.

4. DAPAT DIMAINKAN TETAPI TIDAK DAPAT MEREKAM
a) Periksa untuk melihat apakah plastik kaset kita tulis-perlindungan tab (s) telah dihapus, jika demikian, tidak dapat direkam kecuali anda melepas tabs kaset di atas lubang.
b) Jika Anda menggunakan mikrofon, mencari mic. volume control pada perekam kaset. Mungkin ditolak terlalu rendah. Coba menggunakan mikrofon yang berbeda, ada kemungkinan sedikit itu bisa gagal.

5. MUNGKIN PERLU PERBAIKAN
a) Jika langkah-langkah pemecahan masalah tidak membuat pemutar kaset atau bekerja perekam benar, mungkin perlu untuk mengganti motor atau sabuk karet di dalamnya, dan / atau membuat perbaikan lainnya.



Menginstall Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)
Minggu Desember 19th 2010, 09:01
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

draw12Menginstall Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)

Langkah Penginstallan
1. Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Hubungkan steker Tape Recorder ke sumber tegangan 220 VAC.
3. Rangkaikan alat seperti pada Gambar Kerja 1.1.
4. Nyalakan Tape Recorder dengan menekan tombol power yang ada pada Tape Recorder.
5. Hubungkan Microphone pada sambungan Mic (Jack Mic) yang tersedia pada Tape Recorder.
6. Tekan tombol “Eject” untuk membuka tempat kaset Tape Recorder.
7. Masukkan Kaset Audio ke dalam tempat kaset Tape Recorder.
8. Tutup tempat kaset yang telah berisi kaset tersebut.
9. Persiapkan suara untuk memulai perekaman melalui Tape Recorder.
10. Tekan tombol “Play + Rec” untuk memulai proses perekaman audio.
11. Tekan tombol “Stop” jika perekaman telah selesai atau untuk memberhentikan proses perekaman.
12. Tekan tombol “Rewind” hingga kaset kembali ke letak awalnya.
13. Tekan tombol “Play” untuk memutar/memainkan kembali Audio yang telah direkam.
14. Tekan tombol “Stop” untuk memberhentikan proses pemutaran kaset.
15. Keluarkan kaset jika setelah digunakan dengan menekan tombol “Eject”.
16. Ambil Kaset dan tutup kembali tempat kaset yang terbuka.
17. Matikan pesawat Tape Recorder dengan menekan tombol “power”
18. Lepas konektor Mic dengan Jack Mic yang berada pada Tape Recorder.
19. Lepas steker Tape Recorder dari tegangan sumber 220 VAC.
20. Kembalikan semua pesawat dan alat yang digunakan ke semua tempat semula.



Mengoperasikan Compact Cassette Recorder
Minggu Desember 19th 2010, 08:52
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

Mengoperasikan Compact Cassette Recorder

Pesawat cassette recorder difungsikan untuk mereproduksi ulang informasi suara yang ada didalam pita kaset menjadi suara. Selain itu juga berfungsi untuk merekam informasi suara ke dalam pita Pesawat Cassette Recorder sering terlihat sudah terintegrasi dengan peralata Audio lain, seperti tape compo, tape deck, dan walkman. Dalam pengoperasiannya terdapat bagian sumber seperti microphone, peralatan musik , atau radio AM atau FM. Salah satu fungsi dari pesawat casette recorder adalah perekaman, dimana difungsikan untuk menyimpan sinyal audio dalam kaset, sehingga suatu saat bila diperlukan, sinyal audio tersebut dapat dimainkan kembali sehinggan terdengar pada loud speaker.

Kecermatan memahami langkah atau prosedur pengoperasian peralatan Audio Untuk dapat mengoperasikan peralatan Audio yang benar agar tidak terjadi kesalahan maka sebaiknya memahami hal-hal dibawah ini :
Simbol petir di dalam segitiga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya tegangan tinggi di dalam yang tidak terisolasi.
Tanda seru di dalam segitiga di maksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya intruksi penting pengoperasian & perawatan penting dalam literature yang menyertai produk.

Perhatian
Simbol petir di dalam segitiga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya tegangan tinggi di dalam yang tidak terisolasi.
Tanda seru di dalam segitiga di maksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya intruksi penting pengoperasian & perawatan penting dalam literature yang menyertai produk.

Perawatan
Pilih tempat yang bebas debu & bebas goncangan
Letakan pesawat pada posisi * Pada waktu melakukan instalasi pesawat harus dalam keadaan mati ( off )
Sebelum mengoperasikan pesawat, perhatikan sumber daya yang akan digunakan ( listrik atau baterai )
Membersihkan pesawat cukup dengan kain kering atau diberi sedikit air, jangan menggunakan bahan kimia seperti spirtus, alcohol, bensin, dll.
Hubungi service terdekat jika pesawat mengalami kerusakan.

Pengoperasian Pada Pesawat Cassette Recorder yaitu :
1. Atur knob atau tombol “ Function “ pada posisi “Tape”
2. Buka tempat kaset dengan menenak tombol “ Stop/Eject “
3. Masukkan kaset ke tempat kaset sesuai dengan sisi kaset yang akan dimainkan.
4. Tekan tombol “ Play “ untuk memainkannya.
5. Atur volume & graphic equalizer sesuai dengan selera anda.



Tips Merawat Cassete
Minggu Desember 19th 2010, 08:39
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

Tips Merawat Koleksi Kaset dan PH Lawas

Merawat Tape Recorder dan Cassette

A. Merawat Tape Recorder
1. Jangan pernah menyimpan kaset dalam kondisi setengah habis (masih terdapat pita hitam). Pastikan kaset tersimpan dalam kotaknya dalam kondisi habis (pita putih) untuk menghindari perubahan kualitas suara kaset.
2. Kebiasaan menyimpan kaset di dalam tape bukanlah hal yang baik. Head tape adalah medan magnet yang bisa membuat koleksi kaset mengalami perubahan suara naik turun. Setelah didengarkan, keluarkan segera kaset dan simpan pada kotaknya.
3. siapkan rak khusus koleksi kaset dengan sirkulasi udara yang baik. Berikan rongga antar kaset, sehingga meminimalisir koleksi dari resiko terkena jamur. Jika sudah dempet-dempet dan salah satu koleksi kena jamur, biasanya nular ke koleksi lain.

Apakah agan menggemari tembang-tembang lawas yang hanya bisa anda temukan di kaset audio atau piringan hitam? Jika jawabannya iya dan sering kesel lantaran koleksi kaset atau PH bermasalah saat diputar, ane berbagi tips cara merawat koleksi kaset dan piringan hitam

Tips ini ane dapet dari salah satu penjual kaset dan PH lawas di Bandung. Jadi kemungkinan besar enggak

Pertama, jangan pernah menyimpan kaset dalam kondisi setengah habis (masih terdapat pita hitam). Pastikan kaset tersimpan dalam kotaknya dalam kondisi habis (pita putih) untuk menghindari perubahan kualitas suara kaset

Kedua, kebiasaan menyimpan kaset di dalam tape bukanlah hal yang baik. Head tape adalah medan magnet yang bisa membuat koleksi kaset mengalami perubahan suara naik turun. Setelah didengarkan, keluarkan segera kaset dan simpan pada kotaknya.

Ketiga, siapkan rak khusus koleksi kaset dengan sirkulasi udara yang baik. Berikan rongga antar kaset, sehingga meminimalisir koleksi dari resiko terkena jamur. [Kalo udah dempet-dempet dan salah satu koleksi kena jamur, biasanya nular ke koleksi lain gan].

tips-03

Jika koleksi kaset sudah terlanjur terkena jamur. Rendam kaset ke dalam ember berisi air selama 1-2 hari. Setelah itu, keringkan kaset di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung sampai kaset benar-benar kering.

Berikan silica gel di tempat menyimpan koleksi kaset. Pemakaian silica gel dipercaya ampuh mencegah kaset-kaset terkena jamur.

Untuk piringan hitam, cek kondisi tiap track. Apakah ada track yang kotor atau tidak. Jika ada, berarti harus membersihkannya menggunakan pembersih plat atau bisa dengan tissue yang telah dibasahi dengan air sabun dengan kadar PH rendah.

Jangan pernah memaksa memutar piringan hitam yang banyak tergores di turntable. Jika dipaksakan, bukan tidak mungkin jarum turntable akan patah.

Sumber : www.kaskus.us

.



JENIS-JENIS CASSETTE
Rabu Desember 01st 2010, 08:28
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

KASET

PENGERTIAN

Kaset adalah media penyimpan data yang umumnya berupa lagu. Berasal dari bahasa Perancis, yakni [[cassette]] yang

berarti ‘kotak kecil’. Biasa juga disebut ‘pita kaset’. Kaset berupa pita magnetik yang mampu

merekam data dengan format suara. Dari tahun 1970 sampai 1990-an, kaset merupakan salah satu format media yang

paling umum digunakan dalam industri musik.

Kaset terdiri dari kumparan-kumparan kecil. Kumparan-kumparan dan bagian-bagian lainnya ini terbungkus dalam

bungkus plastik berbentuk kotak kecil berbentuk persegi panjang. Di dalamnya terdapat sepasang roda putaran untuk

pita magnet. Pita ini akan berputar dan menggulung ketika kaset dimainkan atau merekam. Ketika pita bergerak ke salah

satu arah dan yang lainnya bergerak ke arah yang lain. Hal ini membuat kaset dapat dimainkan atau merekam di kedua

sisinya. Contohnya, side A dan side B.

TIPE-TIPE KASET

Goresan-goresan yang terdapat pada permukaan kaset menjadi indikasi tipe kaset. Kaset yang paling tinggi, hanya

memiliki goresan lindungan tulisan merupakan kaset tipe I. Berikutnya, dengan goresan tambahan untuk goresan

lindungan tulisan merupakan tipe II. Sedangkan dua tipe kaset berikutnya merupakan perpaduan antara kaset tipe II

dengan sepasang tambahan di tengah-tengah kaset merupakan tipe IV.

MATERI KASET

Materi magnet original pada kaset adalah gamma ferik oksida (Fe2O3). Pada 1970, Perusahaan 3M telah

mengembangkan kobalt yang dikombinasikan dengan lapisan ganda untuk meningkatkan level output pita kaset secara

keseluruhan. Produk ini dipasarkan dengan label “High Energy” di bawah brand Scotch. Di saat yang

sama, BASF memperkenalkan kromium dioksida (CrO2) yang pelapisannya menggunakan magnetit (Fe3O4). Pada

tahun 1974, TDK memperkenalkan [[avylin]] yang terbukti sangat sukses. Pada tahun 1979, akhirnya 3M

memperkenalkan partikel metal murni yang dinamakan metafine. Sedangkan kaset-kaset yang sekarang umum dijual

terdiri dari ferik oksida dan kobalt yang dicampur dan diproses, karena sangat jarang ada kaset yang dijual yang

menggunakan CrO2 murni sebagai lapisannya.

SEJARAH dan PERKEMBANGAN

Kaset pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada tahun 1963 di Eropa dan tahun 1964 di Amerika Serikat, dengan

nama Compact Cassete. Kemudian kaset semakin populer di industri musik selama tahun 1970-an dan perlahan-lahan

menggeser piringan hitam. Produksi besar kaset diawali pada tahun 1964 di Hanover, Jerman. Pada awalnya, kualitas

suara pada kaset ini tidak terlalu bagus untuk musik. Bahkan beberapa model awal tidak memiliki rancangan mesin yang

baik. Pada tahun 1971, The Advant Corporation memperkenalkan model terbarunya, Model 201, yang menggabungkan

Dolby tipe B pengurang gangguan (noise) dengan pita kromium dioksida. Oleh karena itulah kaset mulai dapat

digunakan dalam industri musik secara serius, dan dimulailah era kaset berketepatan tinggi.

Selama tahun 1980-an, popularitas kaset tumbuh semakin pesat karena hadirnya rekorder poket portabel pemutarnya

seperti Sony’s Walkman. Seperti radio yang menyediakan musik pada 1960-an, pemutar CD portable pada 1990-

an, dan MP3 player pada 2000-an, kaset memegang peran besar dalam dunia musik pada 1980-an dan 1990-an,

bahkan di era sekarang (setelah 2000-an), kaset masih menjadi salah satu alternatif media musik. Lepas dari segi

tekniknya, keberadaan kaset juga berdampak pada perubahan sosial. Keawetan kaset serta kemudahannya untuk dikopi

berperan di balik berkembangnya musik punk dan rock. Kaset seakan-akan menjadi pijakan bagi generasi muda di

kebudayaan barat. Untuk alasan yang sama pula kaset berkembang pesat di negara-negara berkembang. Pada tahun

1970-an, kaset dianggap membawa pengaruh buruk sekularisme di kalangan masyarakat religius India. Teknologi kaset

menciptakan pasar yang membludak bagi musik pop di India, menimbulkan kritik dari kaum konservatif dan di waktu

yang sama menciptakan pasar besar yang melegitimasi perusahaan-perusahaan rekaman dan pembajakan kaset.

PENURUNAN POPULARITAS

Di banyak negara barat, pasar bagi kaset telah menurun tajam setelah masa puncak kejayaannya di akhir-akhir 1980-an.

Di awal 1990-an popularitas kaset menurun seiring muncul dan berkembangnya compact disc (CD). Di tahun 2000-an

penjualan kaset menurun drastis dibandingkan pada tahun 1980-an. Penjualan kaset di Amerika Serikat jatuh drastis di

tahun 2006. Semenjak itulah kaset tidak lagi menjadi isu yang menarik bagi industri musik dan major label. Meskipun

begitu, di tahun 2008 ini kaset kosong masih diproduksi dan dijual di toko-toko. Baik perekam maupun pemutarnya

meskipun semakin hari semakin jarang, masih dapat ditemukan.

Perlu diingat bahwa kaset telah mampu diaplikasikan secara spesifik, seperti audio-car, pada tahun 1990-an. Kaset lebih

tahan terhadap debu, panas, dan goncangan jika dibandingkan pesaing digital utamanya (CD). Saat perekam suara

digital semakin populer, perekam kaset (mikrokaset) cenderung lebih murah Meskipun kaset dan alat-alat lainnya yang

berhubungan telah menjadi sesuatu yang dianggap marjinal di industri musik, merekam pada pita analog terkadang

masih menjadi suatu pilihan.

PERKEMBANGAN KASET DI INDONESIA

Sebelum 1970-an, dunia musik tanah air menggunakan piringan hitam sebagai sarana untuk mengekspresikan musik.

Lokananta di Surakarta dan Irama di Menteng Jakarta merupakan dua perusahaan rekaman pertama di Indonesia.

Lokananta, yang merupakan milik pemerintah, berdiri pada tahun 1957. Bertugas untuk memproduksi dan menduplikasi

piringan hitam. Namun di tahun 1970-an akhirnya produksi pun bergeser dari piringan hitam ke kaset.

Remaco, yang pada masa itu merupakan salah satu perusahaan rekaman besar di Indonesia, mengalami kerugian pada

masa awal munculnya kaset di tahun 1970-an. Lagu-lagu dalam piringan hitamnya dibajak ke dalam kaset. Meskipun

pada akhirnya Remaco pun memproduksi kaset karena kaset merupakan teknologi yang lebih murah dan praktis

dibandingkan dengan piringan hitam yang mahal dan rumit.

Meskipun awalnya perusahaan-perusahaan rekaman tersebut mengeluh atas munculnya kaset yang membajak piringan

hitam, akhirnya mereka pun—sekaligus perusahaan yang baru muncul—berpaling dan menikmati suatu

teknologi baru bernama ‘kaset’ tersebut. Kaset meledak di mana-mana. Para musisi baru di ‘era

kaset’ bermunculan dan perlahan menggeser musisi-musisi ‘era piringan hitam’. Sebut saja Koes

Plus, Broery Marantika, dan Emilia Contessa. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan inovasi-inovasi baru di

bidang musik, di pertengahan 1990-an, kaset mengalami masa-masa akhir kejayaannya. Masuknya compact disc (CD)

ke Indonesia menyediakan alternatif baru dan canggih bagi para penikmat musik. Kualitas suaranya yang lebih jernih

dan pemilihan pemutaran lagu yang lebih mudah dan cepat menjadi beberapa kelebihan CD dibandingkan kaset.

Meskipun begitu kaset tetap diminati karena harganya yang lebih murah dibandingkan CD. Di tahun 2000-an, kaset pun

makin tergencet oleh perkembangan CD. Perusahaan-perusahaan rekaman di tanah air telah menjadikan CD sebagai

sarana rekaman musik.

Pada perkembangan di Indonesia, kaset tidak hanya digunakan dalam industri musik. Kaset juga biasanya digunakan

untuk dakwah-dakwah agama berupa ceramah oleh seorang rohaniawan.

Welcome to Waena

http://www.waena.org Powered by Joomla! Generated: 27 July, 2010, 06:49



cassete recorder and compact disc
Selasa Nopember 30th 2010, 08:47
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

portable_vcd_radio_cassette_recorder_boombox1) Cassette Recorder

Cassete recorder akan merekam sinyal audio ke dalam sebuah kaset. Cassette Recorder sering terlihat sudah terintegrasi dengan peralatan audio yang lain. Misalnya tape compo, tape deck, dan walkman. Dalam pengoperasiannya terdapat bagian sumber dapat berupa mikropon, peralatan musik (seperti gitar listrik atau organ), atau radio AM/FM.

Pemilihan sumber audio dapat dipilih sesuai dengan buku user manual. Tombol RECORD berfungsi untuk memulai perekaman, tombol RECORD dan PLAY biasanya ditekan secara bersama-sama. Gambar 11 diatas merupakan contoh bentuk dari cassette recorder.

Gambar 11. Cassette Rocorder

Salah satu fungsi dari perekaman adalah menyimpan sinyal audio dalam kaset, sehingga suatu saat bila diperlukan sinyal audio tersebut dapat dimainkan kembali sehingga terdengar pada speaker. Cassette recorder banyak dipakai oleh wartawan yang untuk menyimpan hasil wawancara kedalam bentuk kaset.

2) Compact Disc

akai-m-8-tape-recorder1Compact disc player merupakan peralatan audio yang berfungsi untuk memainkan CD (Compact Disc), CD merupakan media penyimpanan yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan kaset magnetic, diantaranya kapasitas penyimpanan besar, kualitas penyimpanan sangat baik, daya tahan, dan perawat yang mudah.

Gambar 12. Compact Disc

Bagian-bagian CD player hampir sama seperti tape. Perbedaannya pada tape menggunakan media kaset sedangkan pada CD player diganti dengan CD. Pada pemutar kaset magnetik portable dikenal istilah walkman, sedangkan pada pemutar CD portable dikenal istilah discman.

sumber : SMK NEGERI PAKONG



Sabtu Nopember 27th 2010, 21:12
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder

Compact Cassette, yang biasa disebut kaset, pita kaset, atau tape adalah media penyimpan data yang umumnya berupa lagu. Berasal dari bahasa Perancis, yakni cassette yang berarti “kotak kecil”. Kaset berupa pita magnetik yang mampu merekam data dengan format suara. Dari tahun 1970 sampai 1990-an, kaset merupakan salah satu format media yang paling umum digunakan dalam industri musik.

Kaset terdiri dari kumparan-kumparan kecil. Kumparan-kumparan dan bagian-bagian lainnya ini terbungkus dalam bungkus plastik berbentuk kotak kecil berbentuk persegi panjang. Di dalamnya terdapat sepasang roda putaran untuk pita magnet. Pita ini akan berputar dan menggulung ketika kaset dimainkan atau merekam. Ketika pita bergerak ke salah satu arah dan yang lainnya bergerak ke arah yang lain. Hal ini membuat kaset dapat dimainkan atau merekam di kedua sisinya. Contohnya, side A dan side B.

Kaset pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada tahun 1963 di Eropa dan tahun 1964 di Amerika Serikat, dengan nama Compact Cassette. Kemudian kaset semakin populer di industri musik selama tahun 1970-an dan perlahan-lahan menggeser piringan hitam. Produksi besar kaset diawali pada tahun 1964 di Hanover, Jerman. Pada awalnya, kualitas suara pada kaset ini tidak terlalu bagus untuk musik. Bahkan beberapa model awal tidak memiliki rancangan mesin yang baik. Pada tahun 1971, The Advant Corporation memperkenalkan model terbarunya, Model 201, yang menggabungkan Dolby tipe B pengurang gangguan (noise) dengan pita kromium dioksida. Oleh karena itulah kaset mulai dapat digunakan dalam industri musik secara serius, dan dimulailah era kaset berketepatan tinggi.

Selama tahun 1980-an, popularitas kaset tumbuh semakin pesat karena hadirnya rekorder poket portabel pemutarnya seperti Sony’s Walkman. Seperti radio yang menyediakan musik pada 1960-an, pemutar CD portable pada 1990-an, dan MP3 player pada 2000-an, kaset memegang peran besar dalam dunia musik pada 1980-an dan 1990-an, bahkan di era sekarang (setelah 2000-an), kaset masih menjadi salah satu alternatif media musik. Lepas dari segi tekniknya, keberadaan kaset juga berdampak pada perubahan sosial. Keawetan kaset serta kemudahannya untuk dikopi berperan di balik berkembangnya musik punk dan rock. Kaset seakan-akan menjadi pijakan bagi generasi muda di kebudayaan barat. Untuk alasan yang sama pula kaset berkembang pesat di negara-negara berkembang. Pada tahun 1970-an, kaset dianggap membawa pengaruh buruk sekularisme di kalangan masyarakat religius India. Teknologi kaset menciptakan pasar yang membludak bagi musik pop di India, menimbulkan kritik dari kaum konservatif dan di waktu yang sama menciptakan pasar besar yang melegitimasi perusahaan-perusahaan rekaman dan pembajakan kaset

sumber:http//id.wikipedia.org/wiki/compact_cassett



Minggu Oktober 17th 2010, 18:53
Diarsipkan di bawah: Compact Recorder

Filter RC, integrator dan differentiators

Gelombang segitiga (atas jejak) yang terintegrasi untuk memberikan parabolik, gelombang bulat.

Ikhtisar. Sebuah melewati low pass filter frekuensi rendah dan menolak frekuensi tinggi dari sinyal input. Dan sebaliknya untuk high pass filter. Yang paling sederhana filter ini dapat dibangun dari hanya dua komponen biaya listrik yang rendah. Selama rentang frekuensi yang sesuai, sirkuit ini juga mengintegrasikan dan membedakan (masing-masing) sinyal input.

Low pass filter

Sebuah urutan pertama, low pass filter RC hanyalah sebuah seri sirkuit RC di seluruh masukan, dengan output diambil di kapasitor. Kami berasumsi bahwa output dari rangkaian tidak terhubung, atau terhubung hanya untuk impedansi tinggi, sehingga arus adalah sama di kedua R dan C.

Tegangan kapasitor IX C = I / w C. Tegangan kombinasi seri IZ RC = I (R 2 + (1 / C b) 2) 1 / 2, sehingga keuntungan yang

Dari diagram fasor untuk filter ini, kita melihat bahwa output tertinggal masukan dalam tahap.

Pada frekuensi sudut w = o w = 1/RC, reaktansi kapasitif 1 / C w sama perlawanan R. Kami menunjukkan frekuensi karakteristik ini pada semua grafik di halaman ini. Sebagai contoh, jika R = 1 k W dan C = 0,47 F m, kemudian 1/RC o w = = 2.1 10 3 rad.s -1, sehingga f o = o w / 2 p = 340 Hz.

Pada frekuensi ini, gain = 1 / 2 0,5 = 0,71, seperti yang ditunjukkan pada plot g (w). Daya ditransmisikan biasanya berjalan sebagai mendapatkan kuadrat, sehingga mentransmisikan filter 50% dari daya maksimum pada f o dB. Sekarang pengurangan daya dari faktor dua cara pengurangan oleh 3 (lihat Apakah desibel itu? ). Sebuah sinyal dengan frekuensi f = f o = 1 / 2 p RC dilemahkan oleh 3 dB, frekuensi yang lebih rendah yang dilemahkan dan frekuensi tinggi kurang lebih dilemahkan.

Pada = o w w, perbedaan fasa adalah p / 4 radian atau 45 °, seperti yang disajikan dalam plot f (w).

High pass filter

Tegangan resistor adalah IR. Tegangan kombinasi seri IZ RC = I (R 2 + (1 / C b) 2) 1 / 2, sehingga keuntungan yang

Dari diagram fasor untuk filter ini, kita melihat bahwa output memimpin masukan dalam tahap.

Sekali lagi, ketika w = o w = 1/RC, gain = 1 / 2 0,5 = 0,71, seperti yang ditunjukkan pada plot g (w). Sebuah sinyal dengan frekuensi f = f o = 1 / 2 p RC dilemahkan oleh 3 dB, frekuensi yang lebih tinggi kurang dilemahkan dan frekuensi rendah lebih dilemahkan. Sekali lagi, ketika w = o w, perbedaan fasa adalah p / 4 radian atau 45f.

Filter aplikasi dan demonstrasi

RC dan filter lainnya sangat banyak digunakan dalam memilih sinyal (yang merupakan komponen tegangan seseorang ingin) dan kebisingan menolak (satu mereka tidak mau). A low pass filter dapat ‘halus’ catu daya DC: memungkinkan DC tapi tipis komponen AC transistor. Sebaliknya, tinggi pass filter dapat melewati sinyal masuk dan keluar dari transistor penguat panggung tanpa melewati atau mempengaruhi DC bias dari . Mereka juga dapat digunakan untuk mengurutkan frekuensi tinggi dari komponen frekuensi rendah dalam sinyal AC murni. Kapasitor sering digunakan ‘dalam’ silang melalui jaringan untuk pengeras suara, untuk menerapkan frekuensi tinggi ke ‘tweeter’ (cahaya, speaker kecil) dan frekuensi rendah ke ‘woofer’ (besar-besaran, speaker besar). Kami menyertakan beberapa contoh suara di sini sebagai demonstrasi.

No filter.

Pertama kita merekam suara dari mikrofon ke dalam kartu suara komputer, tanpa (* tambahan) penyaringan.

* Suara yang keluar dari speaker komputer Anda tetap akan telah disaring pada saat Anda mendengarnya. Seorang pembicara sudah filter suara, karena impedansi adalah sebagian induktif, karena kumparan speaker. Selanjutnya, efisiensi akustik adalah fungsi kuat dari frekuensi. Namun demikian, Anda akan melihat perbedaan antara file-file suara, terutama jika Anda beralih dari satu ke yang lain dalam suksesi.

Low pass filter.

Pada frekuensi tinggi, keluar ‘kapasitor’ celana pendek masukan ke kartu suara, namun tidak mempengaruhi frekuensi rendah. Jadi suara ini kurang ‘terang’ daripada contoh di atas.

Bunyi ini lebih tenang daripada sampel sebelumnya. Kami telah memotong frekuensi di atas 1 kHz, termasuk mereka yang telinga Anda yang paling sensitif. (Untuk lebih lanjut tentang respon frekuensi telinga, lihat Mendengar Curves .)

High pass filter.

Pada frekuensi rendah, reaktansi kapasitor tinggi, begitu sedikit saat ini pergi ke speaker. Bunyi ini kurang ‘bassy’ dari yang di atas.

Kehilangan frekuensi rendah membuat suara agak tipis, tapi tidak mengurangi kenyaringan sebanyak menghapus frekuensi tinggi.

(Jika Anda tidak melihat banyak perbedaan dengan tinggi pass filter, mungkin karena Anda menggunakan speaker komputer kecil yang tidak memancarkan frekuensi rendah dengan baik.. Cobalah dengan headphone atau hifi dengan speaker)

Keuntungan Filger biasanya ditulis dalam desibel. melihat skala desibel .

Integrator

Disini kita memiliki sumber AC dengan tegangan v (t), masukan ke rangkaian seri RC. Output adalah tegangan kapasitor. Kami menganggap hanya frekuensi tinggi w>> 1/RC, sehingga kapasitor memiliki waktu cukup untuk mengisi, tegangan nya kecil, sehingga tegangan input kira-kira sama dengan tegangan di resistor.

Foto di bagian atas halaman ini menunjukkan sebuah gelombang masukan segitiga ke integrator RC, dan output yang dihasilkan.

Pembeda

Sekali lagi kita memiliki sumber AC dengan tegangan v (t), masukan ke rangkaian seri RC. Kali ini output adalah tegangan di resistor. Kali ini, kami mempertimbangkan hanya frekuensi rendah w <<1/RC, sehingga kapasitor memiliki waktu untuk mengisi sampai tegangan yang hampir sama bahwa dari sumber.

Lebih akurat integrasi dan diferensiasi dimungkinkan dengan menggunakan resistor dan kapasitor pada masukan dan umpan balik loop amplifier operasional. amplifier tersebut juga dapat digunakan untuk menambah, untuk mengurangi dan memperbanyak tegangan. Sebuah komputer analog adalah kombinasi sirkuit tersebut, dan dapat digunakan untuk memecahkan simultan, diferensial dan persamaan integral sangat cepat.